Kulon Progo – MNnews // Komitmen untuk mengentaskan kemiskinan secara struktural sekaligus memperkokoh fondasi spiritual masyarakat terus digalakkan oleh KUA Pengasih. Melalui sinergi lintas program antara Pendamping PKH dan Pusaka Sakinah, pertemuan kelompok kali ini sukses di kediaman Suwito Wiyono, RT 33, Kedungsogo, Kalurahan Kedungsari, Pengasih, pada Senin (22/06/26) siang.
Sekolah Rakyat Kemensos: Jembatan Emas Memutus Kemiskinan Ekstrem
Hadir sebagai narasumber pertama, Pendamping PKH Kapanewon Pengasih, Eny Puri Rahayu, memaparkan program krusial dari Kementerian Sosial RI, yaitu Sekolah Rakyat. Program ini dirancang khusus untuk memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas dengan standar asrama bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera yang berada di kategori desil 1 dan 2.
"Program Sekolah Rakyat ini adalah komitmen nyata pemerintah untuk menjamin kesetaraan hak belajar dan pengembangan keterampilan menyeluruh bagi anak-anak KPM. Dengan seluruh biaya pendidikan yang ditanggung penuh oleh pemerintah, program ini menjadi jembatan emas untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem tanpa membebani keuangan keluarga," jelas Eny di hadapan para anggota kelompok.
Melengkapi dimensi sosial-ekonomi tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Musodiqin, S.Sos., mengajak para peserta untuk mengoptimalkan momentum spiritual di bulan Muharam. Beliau memaparkan materi mengenai keutamaan ibadah puasa di bulan yang mulia ini, khususnya Puasa Asyura (10 Muharam).
Dalam penyuluhannya, Musodiqin mengulas hadis riwayat Imam Muslim mengenai besarnya fadhilah puasa tersebut yang artinya: “Diriwayatkan dari Abu Qatadah RA: sungguh Rasulullah SAW pernah ditanya tentang keutamaan puasa hari Asyura, lalu beliau menjawab: ‘Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat’.” (HR. Muslim).
"Pemerintah sudah mengupayakan kesejahteraan lahiriah anak-anak kita melalui Sekolah Rakyat. Maka sebagai orang tua, kita imbangi dengan ikhtiar batiniah. Melalui Puasa Asyura, kita membersihkan diri dari dosa-dosa setahun yang lalu, sekaligus mengetuk pintu langit agar keluarga kita selalu dinaungi keberkahan," tutur Musodiqin hangat.
Dihubungi secara terpisah melalui pesan singkat, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I., M.S.I., menyatakan kebanggaannya atas kolaborasi yang konsisten ini. Ia menegaskan bahwa edukasi terintegrasi seperti inilah yang dibutuhkan masyarakat.
"Pusaka Sakinah KUA Pengasih hadir tidak hanya berbicara soal ketahanan keluarga dari aspek regulasi, tetapi juga bagaimana keluarga tersebut bisa berdaya secara sosial dan matang secara spiritual. Hadirnya program Sekolah Rakyat Kemensos RI yang disosialisasikan bersama materi keagamaan oleh penyuluh kami adalah kombinasi sempurna untuk membangun generasi masa depan Kedungsogo yang cerdas, mandiri, dan berakhlakul karimah," ungkap Rangga.
Pertemuan yang berlangsung dari pukul 11.00 WIB ini berjalan interaktif dan ditutup dengan doa bersama untuk kemaslahatan seluruh warga Kedungsari.
Muhammad Musodiqin









.gif)

Posting Komentar