Sarat Makna Tradisi, Bersih Desa Bendogerit Blitar Momentum Perkuat Soliditas dan Kelestarian Budaya


 BLITAR –MNnews // Kelurahan Bendogerit kembali menggelar tradisi Bersih Desa tahun 2026 dengan khidmat dan meriah. Memasuki rangkaian acara pada Sabtu (9/5) malam, masyarakat disuguhi atraksi seni Jaranan Blitaran yang bertempat di Balai Kelurahan Bendogerit.


Acara ini dihadiri langsung oleh Lurah Bendogerit, jajaran Ketua RT/RW, tokoh masyarakat, serta tamu kehormatan Wakil Ketua II DPRD Kota Blitar, Mohamad Hardita Magdi, S.H., atau yang akrab disapa Mas Dito.

Lurah Bendogerit, Harianto, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pagelaran seni ini merupakan kelanjutan dari ritual adat yang telah dimulai sejak Kamis (7/5) lalu, yakni Nyadran di Makam Pepunden Mbah Imam Suwongso.

"Jaranan ini adalah rangkaian acara Bersih Desa. Ikhtiar kita dalam nguri-uri budaya Jawa, di mana makna dan filosofinya sangat dalam. Ini adalah upaya melestarikan budaya luhur yang menjadi jati diri kita," ujar Harianto.

Ia juga memaparkan rangkaian acara selanjutnya, yakni Khotmil Qur'an dan Istighosah pada Minggu (10/5), serta puncak resepsi pada Selasa (12/5) yang akan menghadirkan bintang tamu komedi papan atas, Jo Klutuk dan Jo Klitik.

Apresiasi senada datang dari Wakil Ketua II DPRD Kota Blitar, Mas Dito. Ia menilai kekompakan warga Bendogerit menjadi modal utama kelancaran ritual tahunan ini. Menurutnya, Bersih Desa bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari identitas yang harus dijaga dari generasi ke generasi.

"Semoga melalui ritual Bersih Desa ini, wilayah Kelurahan Bendogerit dijauhkan dari marabahaya (tolak bala) dan seluruh warga diberikan kesehatan serta kelancaran rejeki," ungkap politisi Fraksi Golkar tersebut.

Sebagai bentuk kedekatan dengan warga, Mas Dito juga mengajak masyarakat untuk aktif menyampaikan aspirasi kepadanya dan bahkan menawarkan fasilitas olahraga gratis bagi warga Bendogerit di kediamannya.

Puncak kemeriahan malam tersebut ditandai dengan pagelaran Jaranan Blitaran yang melibatkan tiga grup lokal: Turonggo Sabdho Manunggal, Turonggo Kridho Saputro, dan Margo Rukun, serta penampilan dari Sanggar Seni Mustika Cakra.

Masyarakat tampak antusias menyaksikan berbagai atraksi, mulai dari Jaranan Pegon, Jaranan Jur, Barongan Kucingan hingga atraksi ikonik Barongan Kepruk dan Celeng Jowo. Pertunjukan seni yang dimulai pukul 20.00 WIB ini berlangsung khidmat namun meriah, dan berakhir dengan tertib pada pukul 00.30 WIB dini hari.

Melalui agenda tahunan ini, Kelurahan Bendogerit membuktikan bahwa modernitas tidak melunturkan nilai-nilai tradisional yang menjadi pondasi kerukunan warga di Kota Blitar.

Priska

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama