Gunungkidul --MNnews // Seorang Mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama ( UNU ) Yogyakarta, Rafiqoh Nafisah Mustaqim dari program studi Farmasi Fakultas Idustri Halal telah berhasil menyelesaikan penelitian skripsi mengenai keamanan pangan pada produk kerupuk gunung khas Gununkidul. Nafisah memberi judul penelitianya "Analisis Rhodamin B pada produk kerupuk gunung produk Karangwetan Gunungkidul dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan spektrofotometri UV-Vis".
Menurut Nafisah, penelitian ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap keamanan pangan lokal, kususnya produk kerupuk gunung, khas Gunungkidul yang cukup banyak dikonsumsi masyarakat sebagai cemilan maupun lauk makan sehari- hari. Dimana kerupuk tersebut banyak di produksi oleh industri rumah tangga di wilayah Kapanewon Semin, Gunungkidul. Kerupuk jenis ini menarik untuk diteliti karena di kenal memiliki warna merah mencolok yang memunculkan kekhawatiran adanya penggunaan pewarna sintetis berbahaya seperti Rhodamin B. Dalam penelitianya ini Nafisah dibimbing oleh Dosen Apt.Muhammad Alfian, M. Farm dan Apt. Rizky Gustinanda, M. Sc.
Dengan mengambil sempel kerupuk gunung dari 10 produsen lokal di Karangwetan, Semin, analisis dilakukan dengan cermat menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) untuk pengujian kualitatif dan spektrofotometri UV-Vis untuk pengujian kuantitatif kandungan Rhodamin B.
Penelitian yang dilakukan di Laboratorium Terpadu Fakultas Industri Halal UNU Yogyakarta pada periode bulan November hingga Desember 2025 dibawah bimbingan Dosen Program Study Farmasi menunjukkan hasil sebagai berikut. Bahwa seluruh sempel kerupuk gunung yang diuji tidak mengandung Rhodamin B. Hal ini dibuktikan dari tidak ditemukanya bercak khas Rhodamin B pada pengujian KLT serta hasil pengukuran absorbansi UV-Vis yang berada dibawah batas deteksi metode.
Mnurut Nafisah yang asli dari Kapanewon Semin ini dikatakan, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat mengenai keamanan konsumsi kerupuk gunung yang beredar di Gunungkidul sudah cukup lama sekaligus meningkatkan kesadaran produsen pangan lokal industri rumah tangga untuk menggunakan bahan tambahan pangan yang aman dan sesuai regulasi.
Selain itu juga diharapkan menjadi data awal bagi pengawasan keamanan pangan lokal sekaligus memberikan rasa aman bagi konsumen, pungkas Nafisah.
Penulis :Wajiyo/Nafisah








.gif)

Posting Komentar