Mrantasi Goes to School Sambangi Kulon Progo, Guru dan Siswa MA Siap Jadi Agen Literasi Inflasi


 Kulon Prog – MNnews // Ratusan siswa dan guru SLTA serta Madrasah Aliyah (MA) se-Kabupaten Kulon Progo memadati Ballroom Hotel Novotel. Mereka hadir untuk mengikuti kegiatan edukasi ekonomi strategis bertajuk Masyarakat lan Pedagang Tanggap Inflasi (Mrantasi) Goes to School, Rabu (6/5/2026). Acara ini digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) DIY bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) guna menanamkan literasi keuangan sejak dini.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Kulon Progo, Muhamad Dwi Putranto, S.Pd., M.M. memberikan dukungan penuh atas keterlibatan madrasah dalam kegiatan ini. Menurutnya, pemahaman ekonomi sangat erat kaitannya dengan kemandirian siswa.
"Kami sangat mengapresiasi sinergi ini. Kami mendorong konsep Madrasah preneur. Melalui literasi inflasi ini, siswa tidak hanya belajar teori. Tetapi dibekali mentalitas untuk mandiri secara ekonomi dan tanggap terhadap isu pangan lokal," ungkap Muhamad Dwi Putranto. 
Ia juga berpesan agar para guru ekonomi menjadi motivator yang mampu meneruskan ilmu ini kepada seluruh warga madrasah.
Kepala Tim Perumus Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, Arya Jodi Listyo, M.A. menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga stabilitas nilai rupiah. Ia menjelaskan bahwa program Mrantasi merupakan bagian dari strategi komunikasi efektif untuk menekan laju inflasi.
Sementara Sri Darmadi Sudibyo mengajak para siswa untuk menjadi konsumen cerdas. "Kami mengajak para siswa menjadi konsumen yang cerdas. Belanjalah sesuai kebutuhan. Bukan keinginan. Dengan pola konsumsi yang bijak serta pemahaman Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) rupiah, kita sekalian telah berkontribusi langsung menjaga stabilitas ekonomi nasional," ujarnya.
Acara berlangsung interaktif dengan sesi diskusi mengenai sistem pembayaran digital dan simulasi pengendalian harga. Antusiasme terlihat saat para siswa diberikan tantangan untuk menyusun rencana belanja bijak yang mendukung produk lokal Kulon Progo.
Sinergi kuat antara Bank Indonesia, Kemenag, dan Pemda DIY ini diharapkan mampu melahirkan Duta Inflasi dari kalangan pelajar. Harapannya mereka dapat melakukan edukasi getok tular kepada keluarga dan masyarakat luas, demi mewujudkan ekonomi DIY yang stabil dan sejahtera. 

Muhammad Musodiqin

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama