Gunungkidul, MNnews // Lagi-lagi terjadi kasus asusiala yang menjadi viral di Gunungkidul. Seorang guru perempuan, berinisial TM, berstatus pegawai PPPK sebagai guru agama islam di sebuah SDN di Rongkop, Gunungkidul, Jogjakarta, tertangkap basah oleh suami dan keluarganya sendiri saat bermaksiat di sebuah penginapan di Kapanewon Playen.
Meskipun pada dasarnya kasusnya terjadi sudah tanggal 17 April 2026 yang lalu, tapi kabar perselingkuhan yang dilakukan seorang perempuan sebagai guru agama islam ini malah baru mulai viral jadi perbincangan publik.Baik dikalangan para pendidik, pegawai, pamong maupun masyarakat umum. Beberapa media online Gunungkidul juga baru mulai memberitakan kasus ini hingga menambah viralnya kabar tersebut.
Menurut informasi yang kami dapatkan dari beberapa sumber menyebutkan,berawal dari rasa curiga sang suami yang kebetulan pejabat dinas kesehatan, merasa curiga pada istrinya ada hubungan terlarang dengan laki laki lain. Sehingga dipasanglah sebuah detektor GPS di kendaraan yang biasa digunakan TM sehari hari. Hingga pada suatu hari, pada tanggal 17 April 2026 lalu TM terlihat tidak pulang kerumah dari pagi hingga malam. Setelah dicek melalui GPS kendaraan bu guru terlihat di sebuah parkiran hotel di Kapanewon Playen.
Maka suami beserta anak dan keluarga bergegas ketempat yang dicurigai. Sesampai dilokasi kamar hotel dimaksud didobrak dan mendapati bu Guru TM sedang berduaan dengan laki laki berasal dari Banyuwangi. Atas kejadian tersebut pihak keluarga melaporkan kejadian ini ke polres Gunungkidul untuk ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku.
Kepala Sekolah SDN dimana TM mengajar, saat di konfirmasi awak media hari Kamis 30 April 2026 pagi menggatakan, terkaiat itu, sebenarnya saya tidak tahu menahu yang sebenarnya. Tanggal 22 April lalu kami mendapat tembusan surat dari Dinas Pendidikaan, beliau (TM) dipanggil ke Dinas. Sehingga sampai saat ini perkaranya sudah diurus oleh pihak Dinas Pendidikan Gunungkidul. Untuk hari ini yang bersangkutan ijin tidak mengajar, terang pak Kepala Sekolah.
Sementara itu seorang kepala Sekolah yang juga mantan Ketua PGRI Rongkop, Suratna, S. pd, kepada awak media mengatakan, secara pribadi ya agar guru bisa menjaga martabat, menjunjung tinggi kode etik guru, bisa menyikapi kemajuan tehnologi dengan bijak dan selalu bertindak dengan hati-hati. Karena guru merupakan amanah, profesi yang harus diemban baik di dalam kelas maupun diluar kelas.
penulis : Wajiyo








.gif)

Posting Komentar