Kulon Progo – MNnews // Sinergi lintas sektoral untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat terus diperkuat melalui program "SIKAP BAIK" (Sinergi KUA dan PKH Humanis Agamis Inklusif). Pada Rabu (22/04/26), kegiatan penyuluhan kolaboratif ini menyambangi kediaman Ibu Siti Muryani di wilayah Cumetuk RT 24, Kedungsari, Pengasih.
Pertemuan rutin ini menghadirkan narasumber dari berbagai lini untuk memberikan pemahaman komprehensif bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH, baik dari sisi kewajiban sosial-kesehatan maupun penguatan spiritual.
Pendamping PKH, Eny Puri Rahayu, menekankan pentingnya komitmen KPM dalam menjaga kesehatan keluarga. Beliau mengingatkan bahwa rutin datang ke Posyandu minimal satu kali dalam sebulan bukan sekadar formalitas, melainkan kewajiban untuk: Memantau tumbuh kembang anak secara berkala.
Langkah nyata dalam pencegahan stunting di tingkat desa. Dan memastikan imunisasi dasar lengkap dan kesehatan keluarga terjaga.
Sementara itu, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Musodiqin, S.Sos., memberikan sentuhan rohani dengan memaparkan materi tentang "Lima Manfaat Utama Sedekah". Beliau menjelaskan bahwa sedekah bukan sekadar memberi, namun memiliki dimensi keberkahan yang luas, di antaranya: Satu; Menambah Harta: Menjadi pembuka pintu rezeki yang berkah. Dua; Sebagai Obat: Menjadi wasilah penyembuhan penyakit lahir dan batin. Tiga; Menolak Bala: Menghindarkan diri dari musibah dan marabahaya. Empat; Mempercepat di Shirathal Mustaqim: Menjadi penerang dan kemudahan di akhirat. Lima; Jalan Masuk Surga: Menjadi salah satu amalan utama bagi hamba yang bertaqwa.
Ditemui di tempat terpisah, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I, M.S.I, menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi program SIKAP BAIK ini. "Kami sangat mendukung kolaborasi aktif antara Penyuluh Agama dan Pendamping PKH di lapangan. Melalui SIKAP BAIK, kita tidak hanya menyentuh aspek administratif bantuan sosial, tetapi juga melakukan pendekatan 'Humanis, Agamis, dan Inklusif'. Fokus kami adalah memastikan masyarakat tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga sehat secara fisik melalui edukasi kesehatan, serta memiliki mental spiritual yang kuat melalui bimbingan agama. Inilah wujud kehadiran negara yang utuh di tengah masyarakat," ujar Rangga.
Kegiatan yang berlangsung hangat ini diharapkan dapat terus memotivasi warga Cumetuk dan sekitarnya untuk lebih peduli terhadap kesehatan anak sekaligus konsisten dalam menjalankan ibadah sosial.
Muhammad Musodiqin








.gif)

Posting Komentar