Sinergi Pusaka Sakinah dan PLKB: Perkuat Ketahanan Keluarga Melalui Pola Asuh Berbasis Kasih Sayang


 Kulon Progo –MNnews //  Penguatan ketahanan keluarga menjadi fokus utama dalam agenda kolaborasi antara Pusat Layanan Keluarga Sakinah (Pusaka Sakinah) KUA Pengasih dan Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB). Pada Jumat (24/04/26), kegiatan edukasi intensif digelar di Aula Balai Kalurahan Kedungsari dengan menyasar para garda terdepan masyarakat, yakni Kader PKK, Kader Posyandu, dan Kader Kesehatan.


Dalam sesi pertama, pemateri dari mahasiswa UNISA (Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta), Dini Aprianti dan Refiliana Choirunnisa, membedah urgensi keterlibatan laki-laki dalam domestikasi pengasuhan. Mereka menekankan bahwa ayah bukan sekadar penyokong finansial, melainkan pilar emosional. "Keterlibatan aktif bapak dalam aspek emosional, disiplin, dan pendidikan sangat menentukan optimalisasi tumbuh kembang anak. Ayah adalah figur teladan sekaligus penyeimbang pola asuh yang mampu mendorong kepercayaan diri serta pembentukan karakter tanggung jawab pada anak," papar Dini Aprianti di hadapan para kader. 

Melengkapi perspektif psikososial tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Musodiqin, S.sos, memberikan landasan teologis mengenai pentingnya cinta kasih dalam rumah tangga. Beliau menegaskan bahwa pengasuhan adalah bentuk ibadah yang paling nyata. Dalam penyampaiannya, beliau mengutip hadis Rasulullah SAW: "Sayangilah siapa saja yang ada di bumi, maka yang di langit akan menyayangi kalian. " (HR. Bukhari), "Pola asuh yang baik harus dimulai dengan hati. Jika kita menanamkan kasih sayang kepada anak-anak kita di bumi, maka keberkahan dan kasih sayang dari langit (Allah SWT) akan senantiasa menaungi keluarga tersebut," ujar Musodiqin.

Ditemui secara terpisah di ruang kerjanya, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I, M.S.I, menyatakan bahwa program ini merupakan langkah strategis KUA dalam menyentuh akar rumput. "Kami di KUA Pengasih berkomitmen bahwa layanan kami tidak hanya sebatas urusan administratif pernikahan, tetapi juga pendampingan keluarga pasca-nikah. Sinergi dengan PLKB dan kader kesehatan ini penting agar aspek spiritualitas dan kesehatan fisik-mental anak berjalan beriringan. Kami ingin mewujudkan keluarga di Kedungsari yang tidak hanya sehat, tapi juga sakinah," tegas Rangga.

Dari kegiatan ini para kader diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang menyebarluaskan ilmu pola asuh ini ke lingkungan RT/RW masing-masing. Dengan kolaborasi lintas sektoral ini, Kapanewon Pengasih optimistis dapat menciptakan generasi masa depan yang tangguh, berkarakter, dan religius melalui penguatan peran orang tua yang utuh.

Muhammad Musodiqin

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama