Sinergi Program PKH dan Penguatan Spiritual; Mewujudkan KPM yang Mandiri dan Berhati Tenang

Kulon Progo –MNnews //  Kolaborasi lintas sektor kembali ditunjukkan dalam kegiatan pendampingan pusaka saking pada masyarakat yang berlangsung di kediaman Ibu Budi Asih, Secang, Sendangsari, pada Rabu (15/04/26). Kegiatan ini mempertemukan edukasi mengenai hak sosial melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dengan penguatan aspek keagamaan bagi warga setempat.

Dalam sesi pertama, Pendamping PKH, Irvansyah Very Putra, memberikan pemahaman mendalam mengenai status Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Beliau menekankan bahwa KPM merupakan keluarga yang telah ditetapkan secara resmi oleh pemerintah melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). "KPM adalah keluarga yang dipercaya oleh negara untuk mengelola bantuan ini guna meningkatkan kesejahteraan. Penting bagi bapak dan ibu untuk memahami hak serta kewajiban sebagai bagian dari data terpadu Kemensos agar bantuan ini tepat sasaran," ujar Irvansyah di hadapan warga RT 030 RW 016.

Melengkapi aspek material tersebut, Muhammad Musodiqin, S.Sos., selaku Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, hadir memberikan siraman rohani mengenai pentingnya menjaga kejernihan hati melalui dzikir. Ia menjelaskan bahwa dzikir adalah kunci untuk menghidupkan hati dan menghindari kelalaian yang bisa menyesatkan persepsi seseorang. "Hati yang terus berdzikir akan tetap hidup dan waspada. Jangan sampai kita terjebak dalam puncak kelalaian, dimana kita mulai menganggap hal yang tidak baik sebagai sesuatu yang baik. Dzikir adalah benteng agar kita tetap di jalur yang benar," terang Musodiqin.

Secara terpisah, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I,M.S.I, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan kolaboratif ini. Beliau menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan kematangan spiritual.

"Kami sangat mendukung adanya kolaborasi antara penyuluh agama dan pendamping sosial di lapangan. Pemberdayaan ekonomi melalui bansos harus dibarengi dengan pembangunan karakter dan mentalitas yang kuat melalui nilai-nilai agama. Dengan hati yang terjaga melalui dzikir, kita berharap para penerima manfaat memiliki integritas dan semangat untuk terus maju," ungkap Rangg dalam pernyataan resminya.

Kegiatan yang berlangsung hangat ini diharapkan mampu memberikan dampak ganda bagi warga Secang, yakni pemahaman tata kelola administrasi bantuan yang lebih baik sekaligus ketenangan batin dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Muhammad Musodiqin

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama