Sinergi Pendamping PKH dan Penyuluh Agama: Tekankan Pentingnya Kesehatan dan Rasa Syukur

Kulon Progo  –MNnews //  Pertemuan kelompok rutin Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) kembali digelar di kediaman Ibu Suryanti, Kepek RT 48, Pengasih, pada Kamis (08/04/26). Pertemuan kali ini terasa spesial karena menghadirkan kolaborasi materi mengenai kesehatan fisik oleh Pendamping PKH dan kesehatan spiritual oleh Penyuluh Agama Islam.

Pendamping PKH, Patmisiwi Untari, SH, memberikan edukasi mendalam mengenai pentingnya menjaga kesehatan keluarga sebagai fondasi kesejahteraan. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa pola hidup sehat bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan primer. "Menjaga kesehatan keluarga dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga bersama, serta beristirahat yang cukup," ujar Patmisiwi. Beliau juga mengingatkan pentingnya aspek sanitasi dan pencegahan dini: Satu; Kebersihan Diri: Membiasakan cuci tangan dengan sabun. Dua; Lingkungan: Menjaga kebersihan area rumah agar bebas penyakit.Tiga; Mental & Fisik: Mengelola stres dengan baik dan proaktif melakukan pemeriksaan rutin ke fasilitas kesehatan (Puskesmas/Posyandu).

Melengkapi materi kesehatan tersebut, Muhammad Musodiqin, S.Sos, selaku Penyuluh Agama Islam, mengajak para peserta untuk merefleksikan kesehatan sebagai salah satu nikmat Allah SWT yang paling berharga. Merujuk pada Al-Qur'an Surat An-Nahl ayat 18: "Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. "Beliau menjelaskan bahwa mensyukuri nikmat Allah, termasuk nikmat sehat, dapat dilakukan melalui tiga tahapan: Pertama; Syukur bil Jinan: Menyadari dan meyakini dalam hati bahwa segala nikmat berasal dari Allah. Kedua: Syukur bil Lisan: Senantiasa mengucapkan hamdalah dan perkataan yang baik. Ketiga; Syukur bil Arkan: Menggunakan anggota tubuh untuk berbuat kebaikan dan menjaga amanah tubuh dengan cara merawat kesehatannya.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang antusias dari para ibu-ibu KPM. Diharapkan melalui pertemuan ini, warga Kepek tidak hanya semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan dan pola makan, tetapi juga semakin kuat dalam sisi spiritualitas dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Muhammad Musodiqin

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama