Kulon Progo –MNnews // Kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan jasmani dan rohani terus dipacu di wilayah Kapanewon Pengasih. Hal ini tercermin dalam kegiatan SIKAP BAIK (Sinergi KUA dan PKH Berdaya, Agamis, Inklusif) yang digelar di rumah Ibu Aisyah, Sidomulyo, Kemaras RT 27, pada Rabu (22/04/26).
Acara tersebut menghadirkan kolaborasi apik antara Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih dengan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Kombinasi ini bertujuan memberikan edukasi komprehensif bagi warga, mulai dari aspek spiritual hingga layanan kesehatan praktis.
Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Mukhyidin, S.Sos, dalam materinya menegaskan bahwa tubuh yang sehat adalah instrumen utama dalam menjalankan ibadah. Menurutnya, Islam sangat memperhatikan kesehatan fisik sebagai penunjang kekuatan iman. "Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah. Menjaga pola makan yang Halalan Thayyiban dan menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya soal gaya hidup, tapi itu adalah perintah agama," ujar Mukhyidin di hadapan para warga yang antusias. Beliau juga mengingatkan pentingnya konsep Self-Care dalam Islam sebagai bentuk syukur atas nikmat umur.
Senada dengan hal tersebut, Pendamping PKH, Hapsari Jatiningrum Probowati, SP., memaparkan pentingnya partisipasi warga dalam Posyandu Segala Umur. Ia menjelaskan bahwa paradigma Posyandu kini telah berubah; tidak lagi identik hanya dengan balita. "Sekarang Posyandu hadir untuk semua. Remaja dipantau pertumbuhannya, usia produktif dicek potensi penyakit tidak menularnya, dan lansia mendapatkan pendampingan agar tetap bugar. Kesehatan adalah aset, terutama bagi keluarga penerima manfaat agar bisa terus produktif," jelas Hapsari.
Secara terpisah, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I, M.S.I, menyatakan dukungannya terhadap model penyuluhan lintas sektoral ini. Saat ditemui di ruang kerjanya, ia menekankan bahwa KUA harus menjadi pusat edukasi yang inklusif. "Kegiatan di Kemaras ini adalah bukti bahwa kolaborasi adalah kunci. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. SIKAP BAIK hadir untuk menyentuh langsung akar rumput. Kami ingin warga Pengasih memiliki kesalehan yang utuh: shaleh secara spiritual dan mandiri secara kesehatan," tegas Rangga.
Kegiatan ini diakhiri dengan diskusi interaktif, di mana warga tampak aktif bertanya mengenai integrasi pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan, melalui kegiatan rutin seperti ini, indeks kebahagiaan dan kesehatan masyarakat di Dusun Kemaras dapat terus meningkat.
Muhammad Musodiqin








.gif)

Posting Komentar