Kulon Progo –MNnews // Memasuki hari kedua di bulan April pasca-lebaran, semangat pengabdian masyarakat melalui program "SIKAP BAIK" (Sinergi KUA dan PKH Humanis Agamis Inklusif) terus berlanjut. Pada Kamis (23/04/26), kegiatan bimbingan masyarakat menyasar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di kediaman Bapak Suparno, Gletak RT 34, Kedungsari, Pengasih.
Pendamping PKH, Eny Puri Rahayu, memberikan edukasi mendalam mengenai vitalnya akses kesehatan bagi kelompok lanjut usia. Beliau menjelaskan bahwa Posyandu Lansia bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan sarana deteksi dini penyakit kronis secara cuma-cuma. "Di Posyandu, para lansia mendapatkan pemeriksaan rutin mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, hingga asam urat. Dengan pemantauan rutin ini, kita bisa mencegah kondisi kesehatan yang lebih buruk. Kami ingin lansia di wilayah Gletak tetap bugar, terjaga kesehatannya, dan dapat menikmati masa tua dengan kualitas hidup yang baik," tutur Eny.
Melengkapi bimbingan kesehatan yang disampaikan pendamping PKH, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Musodiqin, S.Sos., menyampaikan materi bertema "Keutamaan Orang Berilmu". Dengan merujuk pada Hadits Riwayat Baihaqi, beliau mengajak jamaah untuk tidak pernah berhenti menjadi bagian dari majelis ilmu. "Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk menjadi orang yang berilmu, penuntut ilmu, pendengar ilmu, atau setidaknya pecinta ilmu. Jangan menjadi golongan kelima, yakni yang menjauhi ilmu, karena itu adalah jalan menuju kecelakaan," jelas Musodiqin.
Beliau merinci tiga keutamaan besar pemilik ilmu: Pertama; Warisan Para Nabi: Ilmu adalah harta yang jauh lebih mulia daripada emas dan perak. Kedua; Derajat yang Tinggi: Janji Allah SWT untuk mengangkat derajat orang beriman dan berilmu. Ketiga; Amal Jariyah: Ilmu yang bermanfaat akan terus mengalirkan pahala meski pemiliknya telah tiada.
Ditemui di kantornya, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I, M.S.I, menegaskan komitmen institusinya dalam mendukung ketahanan masyarakat terutama ketahanan keluarga secara menyeluruh.
"Kegiatan di Gletak ini menunjukkan bahwa program SIKAP BAIK bersifat sangat inklusif, menyentuh seluruh lapisan usia, termasuk para lansia. Kami percaya bahwa kesehatan fisik melalui Posyandu dan kesehatan mental-spiritual melalui majelis ilmu adalah dua pilar yang saling menguatkan. KUA Pengasih akan terus hadir memfasilitasi kebutuhan spiritual warga agar sejalan dengan program-program sosial pemerintah. Harapan kami, masyarakat Pengasih menjadi masyarakat yang berdaya, sehat, dan berwawasan luas hingga akhir hayat," ungkap Rangga.
Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusias, memperlihatkan sinergi yang solid antara pendamping PKH dan penyuluh agama dalam membangun masyarakat Kedungsari yang lebih sejahtera dan religius.
Muhammad Musodiqin








.gif)

Posting Komentar