BLITAR –MNnews // Memperingati Hari Bumi yang jatuh pada 22 April 2026, sebuah aksi lingkungan unik digelar di Kota Blitar. Komunitas Sahabat Alam Blitar berkolaborasi dengan Pemerintah Kecamatan Sananwetan melakukan aksi bersih sungai dan penanaman bibit mangrove di kawasan Sendang Mbah Bawuk, Karang Ploso, Minggu (19/4).
Aksi yang berlangsung mulai pukul 07.00 WIB ini diikuti oleh Komunitas Sahabat Alam Blitar, Pemerintah Kecamatan Sananwetan, Babinsa, serta beberapa komunitas lain dari Blitar Raya, Tulungagung dan Kediri.
Kegiatan ini sangat menarik perhatian karena mencoba mendobrak kebiasaan lazim. Jika biasanya mangrove identik dengan pesisir pantai dan air asin, kali ini seratusan bibit pohon bakau tersebut justru ditanam di ekosistem air tawar.
Pengurus Sahabat Alam Blitar, Anto Sagak, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk eksperimen konservasi di area mata air. Ia menyebutkan bahwa bibit-bibit tersebut telah melalui proses adaptasi yang ketat.
"Bibit mangrove ini kami ambil langsung dari pohonnya, kemudian dikarantina di air tawar selama kurang lebih satu bulan sebelum akhirnya ditanam di lokasi ini," ujar Anto di sela-sela kegiatan.
Menurutnya, jika eksperimen ini berhasil, tanaman mangrove diharapkan mampu menjalankan fungsi ekologis yang vital bagi warga Karang Ploso, yaitu menjadi filter alami dan menjaga kualitas air tanah, memperkuat struktur tanah di sekitar sendang, serta menjadi tempat persinggahan burung dan hewan lokal lainnya.
Meski semangat relawan membara, tantangan alam di lapangan cukup berat. Hingga pukul 10.00 WIB, belum seluruh bibit dari total 100 lebih pohon berhasil tertanam. Lokasi penanaman yang memiliki lapisan lumpur cukup dalam menuntut kerja ekstra dalam pembersihan lahan.
"Kegiatan akan kami lanjutkan di hari berikutnya. Penanaman belum selesai karena pembersihan lahan memakan waktu dan kondisi lumpur di lokasi cukup dalam, sehingga pengerjaan harus dilakukan dengan hati-hati," tambahnya.
Camat Sananwetan menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah konkret melestarikan alam di tengah tantangan perubahan iklim global. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni peringatan Hari Bumi semata, tetapi menjadi awal mula terciptanya ekosistem hijau baru di tengah Kota Blitar.
Melalui aksi ini, Sahabat Alam Blitar membuktikan bahwa menjaga bumi bisa dimulai dari langkah kecil di lingkungan terdekat, bahkan dengan cara-cara yang inovatif dan berani.
Priska








.gif)

Posting Komentar