Kulon Progo – MNnews // Pendopo Kapanewon Pengasih menjadi saksi hangatnya diskusi mengenai masa depan generasi muda pada Jumat pagi (30/01/2026). Melalui kegiatan bertajuk "Ngopi Bareng Manjada" (Ngobrol Pagi Bersama Regeng Dalam Madrasah Anak Remaja Berdaya), para orang tua yang memiliki anak usia remaja berkumpul untuk membedah berbagai isu krusial di era modern.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai instansi terkait untuk memberikan pandangan komprehensif. Hadir sebagai pemateri antara lain: Mukhyidin, S.Kom (Penyuluh Agama KUA Pengasih). dr. Susilo Pradyarto (Kepala Puskesmas Pengasih I). Sumiyati, SE (Kepala BPKB Pengasih). Lilik Wuryani, AMd, Keb (Koordinator PKPR Puskesmas Pengasih I).
Dalam pemaparannya, Mukhyidin menekankan pentingnya memahami regulasi pernikahan sesuai dengan UU Perkawinan. Hal ini berkaitan erat dengan upaya menekan angka pernikahan dini yang masih menjadi tantangan di masyarakat. Selain itu, para narasumber juga membedah fenomena parenting di era digital yang menuntut orang tua untuk lebih adaptif namun tetap waspada terhadap arus informasi.
Menariknya, diskusi juga menyentuh tren anak muda masa kini yang mulai enggan untuk menikah. Isu ini dikupas baik dari sisi psikologis, kesiapan ekonomi, maupun perspektif kesehatan reproduksi yang dipaparkan oleh tim dari Puskesmas Pengasih I dan BPKB Pengasih.
Suasana semakin "regeng" (hangat) saat sesi dialog interaktif dimulai. Para orang tua yang hadir tampak antusias melontarkan pertanyaan dan berbagi keluh kesah mengenai dinamika mendidik remaja saat ini. Melalui ruang ini, peserta mendapatkan solusi praktis langsung dari para pakar yang hadir.
Ditemui secara terpisah, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H, S.H.I, M.S.I, menegaskan bahwa kegiatan Manjada ini adalah bentuk komitmen bersama untuk menciptakan ketahanan keluarga sejak dini. "Kami ingin memberikan edukasi yang tidak kaku. Masalah remaja, mulai dari risiko pernikahan dini hingga perubahan pola pikir terhadap institusi pernikahan, harus dihadapi dengan kolaborasi lintas sektoral. Orang tua adalah benteng utama, maka mereka harus 'melek' aturan dan paham cara berkomunikasi dengan anak di era digital ini," ujar Rangga.
Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan orang tua yang lebih berdaya dalam mendampingi tumbuh kembang anak remaja mereka, sehingga tercipta generasi emas yang berkualitas dan sadar akan pentingnya perencanaan masa depan.
Muhammad Musodiqin









.gif)

Posting Komentar