Kulon Progo, MNnews // Mempersiapkan masa depan keluarga yang kokoh tidak cukup hanya dengan modal cinta. Menyadari hal tersebut, Balai Nikah KUA menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri pada Kamis (19/12/25). Acara ini diikuti oleh sejumlah calon pengantin.
Sesi pertama dibuka oleh Drs. Sumanggiyo Usadi, MA, yang memaparkan materi mengenai konsep keluarga sakinah. Beliau menekankan bahwa ketenangan dalam rumah tangga dapat dicapai jika pasangan memiliki landasan spiritual yang kuat serta kesiapan mental dalam menghadapi dinamika kehidupan pernikahan.
Memasuki materi inti mengenai ketahanan ekonomi, Muh. Munawir, S.Ag, menjelaskan bahwa pernikahan adalah penyatuan dua individu dalam satu visi, misi, dan tujuan hidup, termasuk dalam urusan finansial.
"Mengenali berbagai macam kebutuhan keluarga sangat penting agar calon pengantin bisa menyusun strategi dan prioritas," ujar Munawir. Dalam sesi ini, peserta tidak hanya mendengarkan teori, tetapi langsung praktik dalam kelompok untuk menyusun simulasi anggaran kebutuhan bulanan keluarga.
Munawir juga menekankan tiga sikap krusial bagi pasangan suami istri:
Etos Kerja: Suami harus memiliki kemauan untuk bekerja keras dan cerdas.
Qanaah (Merasa Cukup): Istri diharapkan tidak menuntut pemenuhan kebutuhan di luar kemampuan suami.
Waspada Hutang: Menghindari hutang sebisa mungkin, atau hanya melakukannya dengan perhitungan yang sangat bijak dan terukur.
Tak kalah penting, Mukhyidin, S.Kom, menutup rangkaian materi dengan pembahasan mengenai persiapan generasi berkualitas. Melalui diskusi kelompok, para peserta diajak membedah berbagai pola asuh anak (parenting) yang tepat guna mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.
Kepala KUA memberikan apresiasi atas antusiasme para peserta. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa pihak KUA akan terus mengawal dan memastikan setiap pasangan mendapatkan ilmu yang aplikatif sebelum menikah.
"Kami terus memantau dan memastikan setiap materi tersampaikan dengan baik. Bimwin ini adalah ikhtiar kita bersama agar angka perselisihan rumah tangga bisa ditekan. Kami ingin para calon pengantin tidak hanya siap secara administrasi, tapi benar-benar matang secara mental, ekonomi, dan spiritual," tegas Rangga.
Kegiatan Bimwin Mandiri ini diharapkan dapat menjadi bekal nyata bagi para calon pengantin dalam mengarungi bahtera rumah tangga, sehingga mampu mewujudkan keluarga yang mandiri, sejahtera, dan berkualitas.
Muhammad Musodiqin









.gif)

Posting Komentar