Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads ' alt='Header Ads'/> Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads

Museum Kanjeng Sepuh Sidayu: Jendela Sejarah Sang Adipati Pembela Rakyat di Pesisir Gresik



Gresik, Mitranegaranews.com — Kabupaten Gresik kini memiliki destinasi wisata edukasi sejarah baru yang menarik perhatian, yakni Museum Kanjeng Sepuh Sidayu. Resmi dibuka pada 2 Agustus 2024 di bekas Gedung Kawedanan Sidayu, museum ini berdiri sebagai wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dalam merawat peninggalan masa lalu, khususnya warisan dari sosok Adipati kharismatik, Raden Adipati Soeryodiningrat, atau yang lebih dikenal sebagai Kanjeng Sepuh.


Kanjeng Sepuh, yang dianugerahi gelar saat dinobatkan menjadi bupati ke-8 di Sidayu, dikenal sebagai ahli strategi perang dan politik serta sosok pemimpin yang sangat dekat dengan rakyat. Catatan sejarah menyebutkan keberaniannya menentang kebijakan Belanda, salah satunya dengan melindungi rakyatnya dari pajak yang memberatkan.


Museum Kanjeng Sepuh didominasi koleksi senjata perang prajurit. Pengunjung dapat menyaksikan berbagai koleksi seperti mata tombak, tombak, panji-panji, foto, serta benda personal seperti kursi yang pernah digunakan oleh Kanjeng Sepuh. Keberadaan koleksi ini menjadi sarana utama untuk mengenang jasa-jasa kepemimpinan beliau.


Antusiasme masyarakat terhadap museum ini cukup tinggi. Menurut Bapak Albert Hasany, petugas museum, dalam satu bulan pertama, pengunjung—baik dari kalangan pelajar maupun umum—bisa mencapai 500 orang. 


"Latar belakang pembangunan museum adalah bentuk kepedulian Pemkab ke peninggalan masa lalu khususnya Kanjeng Sepuh," terang Bapak Albert Hasany. 


Ia menambahkan bahwa saat ini pihaknya masih berproses untuk melengkapi keterangan informasi pada masing-masing koleksi. Harapannya, museum ini dapat menjadi sarana edukatif bagi generasi selanjutnya untuk meneladani perjuangan pemimpin terdahulu.


Selain galeri benda bersejarah, museum ini juga dilengkapi dengan ruang perpustakaan yang menyediakan berbagai kategori buku, mulai dari Kasusastraan, Ilmu Kesenian, Ilmu Terapan, Agama, Referensi, Filsafah, Karya Umum, hingga Cerita Anak. Kehadiran perpustakaan ini memperkuat fungsi museum sebagai pusat riset dan pembelajaran sejarah lokal yang komprehensif.


Kunjungan ke museum tidak terlepas dari tiga lokasi bersejarah lain yang berada di Sidayu, yaitu Makam Kanjeng Sepuh, Masjid Kanjeng Sepuh, dan petilasan tempat ibadah yang kini berada di kompleks SMPN 6 Sidayu.


Makam Kanjeng Sepuh adalah salah satu makam yang ramai diziarahi. Peziarah datang dari berbagai daerah, bahkan puncaknya terjadi pada hari Jumat Kliwon dan hari Pahing. Makam para bupati Sidayu dan keturunannya ini memiliki nisan dengan bentuk ragam ukiran yang unik, seperti berbentuk segi empat dan segi delapan. Selain itu, makam bupati dicungkup dan memiliki inskripsi berbahasa Melayu, Jawa, Belanda, dan Latin, yang menunjukkan akulturasi berbagai unsur kebudayaan.


Di dekat makam, berdiri Masjid Kanjeng Sepuh, di mana masyarakat setempat rutin mengadakan haul dan istighotsah akbar sebagai tradisi untuk mengenang kebesaran Kanjeng Sepuh.


Secara keseluruhan, Museum Kanjeng Sepuh menjadi titik awal yang ideal bagi pengunjung untuk menyelami peradaban Kadipaten Sidayu, meneladani kepemimpinan Kanjeng Sepuh, dan menelusuri akar sejarah Islam di pesisir utara Jawa Timur.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama