Gunungkidul, MNnews | Bulan Agustus 2025, Padukuhan Ngelo, Kalurahan Petir, Kapanewon Rongkop, Gunungkidul ditunjuk untuk menjadi Dusun Sempel dalam lomba keagungan. Untuk menyongsong kemeriahan dan keindahan lingkungan di masing-masing RT, kini sudah dimulai. Seperti yang dilakukan oleh warga masyarakat RT 06, RW 04, pada hari Sabtu 3 Mei 2025 mengadakan kegiatan kerja bakti.
Dipimpin oleh ketua RT 06, Marino dan dibantu tim panitia tingkat RT mengawali pembuatan tempat bendera dan lampu. Ada papan bendera merah putih panca sila berjumlah lima, dibuat 4 titik di pintu masuk dan keluar wilayah RT dan di setiap depan rumah kepala keluarga dipasang satu papan bendera dan satu papan tiang lampu yang dibuat seragam.
Berdasar kesepakatan warga dan keputusan tim panitia tingkat Padukuhan, selain harus ada papan bendera merah putih dan tiang lampu yang seragam, warga juga diwajibkan membuat pagar bambu di pekarangan depan rumah. Selain itu juga akan dibangun gapura berbahan baku dari bambu, baik di pintu masuk jalan protokol dusun maupun lingkup RT.
Dalam rapat RT 06, pada malam rabu kliwon yang lalu, selaku ketua RT, bapak Marino bersama tim panitia RT telah memutuskan untuk segera memulai pembangunan lingkungan. Karena keuangan kas RT masih kecil, maka kami harapkan kesadaran warga masyarakat untuk berswadaya. Untuk pelaksanaan kerja kita adakan secara gotong royong.
Untuk itu pada hari Sabtu tanggal 3 Mei 2025, dimulailah kerja bakti dengan pembuatan papan bendera dan tiang lampu yang dibuat seragam. Selanjutnya nanti masih akan membuat papan umbul umbul, gapura, pagar bambu dan nanti pada bulan Agustus tinggal pengecatan dan menghias lingkungan agar asri dan indah. Untuk pagar bumi yang sudah dibangun talut dan perkun, menjadi kewajiban pemilik rumah untuk di cat secara swadaya.
Sementara itu untuk dua RT yaitu RT 07 dan 08 Padukuhan Ngelo, juga sudah melakukan persiapan yang sama guna mempercantik lingkungan masing masing wilayah RT. Setelah diadakan rapat bersama oleh tim panitia tingkat Padukuhan, biaya untuk semua kegiatan dalam rangka keagungan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2025 membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Terlebih Padukuhan ini ditunjuk oleh pihak Kalurahan untuk maju mewakili desa dalam lomba keagungan. Semua warga masyarakat harus memilki kesadaran dan tanggungjawab yang sama demi kemajuan bersama. Ada istilah mangun dusun nganti wangun ( membangun dusun sampai pantas ). Dengan maskot sebagai dusun mas gebyur ( masyarakat gemar buah dan sayur ), setidaknya di masing masing keluarga wajib memiliki tanaman buah buahan dan sayur sayuran, dikengkapi dengan apotik hidup dan warung hidup.
( Penulis : Wajiyo )








.gif)

Posting Komentar