Palestine, MNnews | Serangan udara Israel di Gaza masih terus terjadi. Pada Selasa pagi 8 April 2025, dilaporkan bahwa setidaknya 19 warga Palestina tewas akibat serangan semalam, dan jumlah ini terus bertambah.
Serangan tersebut menghantam berbagai wilayah, termasuk rumah-rumah di Deir al-Balah dan Beit Lahiya, serta sebuah kelompok orang di Gaza City.
Hingga saat ini, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa lebih dari 50.695 warga Palestina telah terkonfirmasi tewas dan 115.338 lainnya luka-luka akibat perang yang sedang berlangsung.
Kantor Media Pemerintah Gaza bahkan menyebutkan angka yang lebih tinggi, yaitu lebih dari 61.700 jiwa, termasuk ribuan yang masih hilang di bawah reruntuhan dan dianggap meninggal.
Situasi kemanusiaan di Gaza terus memburuk secara signifikan. Sudah 37 hari Israel melarang masuknya bantuan kemanusiaan dalam bentuk apapun ke Gaza. Akibatnya, warga sipil menghadapi kekurangan pangan yang sangat parah. Apa pun yang tersisa di pasar harganya sangat mahal dan kini dianggap sebagai barang mewah.
Banyak keluarga sangat bergantung pada bantuan dari badan amal untuk mendapatkan makanan. Badan-badan bantuan internasional telah menyuarakan keprihatinan mendalam bahwa keuntungan yang dicapai selama gencatan senjata sebelumnya untuk mencegah kelaparan kini terkikis akibat blokade bantuan yang berkelanjutan.
Situasi medis di Gaza sangat mengkhawatirkan. Selain jumlah korban luka yang sangat besar, fasilitas kesehatan juga terus terancam oleh serangan. Bahkan, terdapat laporan mengenai ditemukannya kuburan massal yang berisi jasad 15 pekerja medis dan kemanusiaan yang diduga dibunuh oleh pasukan Israel. Kendaraan mereka jelas ditandai sebagai ambulans, dan lampu darurat mereka menyala. Laporan menunjukkan bahwa beberapa korban ditembak di kepala dan dada, dan beberapa lainnya ditemukan dalam keadaan diborgol.
Serangan terhadap pekerja dan fasilitas kesehatan merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional. Dunia Kesehatan Organisasi (WHO) telah melaporkan 1.415 serangan terhadap layanan kesehatan di wilayah Palestina yang diduduki sejak 7 Oktober 2023.
Selain itu, blokade bantuan juga menyebabkan kekurangan pasokan medis yang krusial.
Banyak pusat perawatan kesehatan terpaksa ditutup akibat perintah pemindahan atau pemboman, sehingga memperburuk kondisi kesehatan masyarakat, terutama anak-anak yang rentan terhadap kekurangan gizi dan penyakit.
Singkatnya, situasi di Gaza pada 8 April 2025 sangat kritis.
Serangan terus berlanjut dengan korban jiwa yang terus bertambah, bantuan kemanusiaan diblokade yang menyebabkan kelaparan, dan sistem kesehatan berada di ambang kehancuran dengan serangan terhadap tenaga medis dan kekurangan pasokan.
Dilansir dari : kabar palestine 445








.gif)

Posting Komentar