Gunungkidul, MNnews | Ketua DPRD DIY, Nuryadi, S.Pd, pada hari Sabtu 26 April 2025 melakukan kunjungan kerja di Kalurahan Petir, Rongkop, Gunungkidul. Kunjungan ketua Dewan dari fraksi PDIP tersebut dalam rangka acara Sambung Rasa bersama Pamong Kalurahan Petir, Lembaga, RT, RW dan Tokoh masyarakat setempat, yang berlangsung di Balai Kalurahan Petir.
Kehadiran Ketua DPRD DIY, Nuryadi, S.Pd, di dampingi Ternalem, S.E, Sarwani dan tim, tiba di Kalurahan Petir disambut langsung oleh Lurah Kalurahan Petir, Sarju S.I.P bersama Pamong Kalurahan, sekitar pukul 15:00 WIB.
Lurah Kalurahan Petir, Sarju, S.I.P dalam sambutanya mengatakan, atasnama Pemerintah Kalurahan Petir bersama lembaga dan RT serta RW mengucapkan selamat datang dan berterimakasih atas kehadiran bapak Ketua DPRD DIY, Nuryadi, S.Pd bersama jajaranya yang sudah berkenan untuk mengadakan sambung rasa bersama Pamong, RT, RW dan tokoh masyarakat. Kami berharap dalam acara sambung ras ini nanti, kami bisa menerima informasi dan bisa menyampaikan aspirasi. Kususnya bagi ketua RT dan RW di Kalurahan Petir ini kami belum bisa memberikan upah sesuai yang diharapkan, tapi baru bisa memberikan jaminan kesehatan berupa BPJS selama menjabat. Untuk itu kami berharap, agar pak Nuryadi bisa memperjuangkan bagaimana agar RT dan RW mendapatkan intensif dari Danais sesuai yang diharapkan, kata Lurah Petir, Sarju, S.I.P.
Menanggapi berbagai masukan dan aspirasi dari Pamong dan masyarakat Petir tersebut, Ketua DPRD DIY, Nuryadi, S.Pd, kepada awak media Mitranegaranews.co mengatakan, jadi berbicara tentang Istimewa Jogjakarta, ini kan kita perjuangkan. Tidak datang begitu saja. Sehingga setelah kita diberikan kewenangan, kepercayaan oleh Pemerintah Pusat untuk Istimewa, ini pasti ada konskwensinya dari Pemerintah Pusat yaitu memberikan anggaran. Dan anggaran tersebut pasti kita sampaikan kepada masyarakat.
Pada akhirnya konskwensi kita juga mencoba untuk bikin kelembagaan di bawah supaya sesuai dengan keiistimewaan, terang Nuryadi. Sehingga dari Camat ke Panewu, Desa menjadi Kalurahan, Desa di Kota jadi Kalurahan dan seterusnya. Lah kami juga berpikir bagaimana ketugasan RT dan RW kita perjuangkan untuk mendapatkan stimulan. Istilah RT dan RW ini sedang kita perjuangkan istilahnya kita rubah menjadi Penepuk dan Penatus.
Kita sedang perjuangkan, mudah - mudahan nanti berhasil dan nantinya ada kucuran dana dari Danais, harap Nuryadi. Seperti halnya kita berjuang untuk keistimewaan, tanpa kita perjuangkan pasti sulit, tidak bisa berharap bagai sesuatu yang sifatnya jatuh dari langit.
Sementara itu baik ketua RT maupun RW yang dimintai tanggapanya atas apa yang disampaikan oleh Ketua DPRD DIY, Nuryadi, S.Pd, semua ketua RT dan RW sangat memberikan apresiasi dan dukunganya. Kami sangat berharap agar perjuangan pak Nuryadi benar-benar berhasil. Itu sebagai wujud nyata perjuangan wakil rakyat yang harus kita dukung. Bagaimanapun juga ketugasan RT dan RW adalah tugas yang secara langsung berhadapan dengan masyarakat dalam berbagai kegiatan yang ada. Namun sampai saat ini belum ada yang secara serius untuk memperjuangkan kesejahteraan mereka.
( Penulis : Wajiyo )








.gif)

Posting Komentar