Gunungkidul, mitraneganews.co || Drs.H.A.Hafidh Asrom, M.M, begitu dilantik Pergantian Antar Waktu ( PAW ) selaku anggota DPD/ MPR RI pada tanggal 3 Januari 2024 lalu, langsung menggelar beberapa kali pertemuan dengan berbagai tokoh dan masyarakat DIY guna mengadakan sosialisasi empat pilar yaitu Pancasila, UUD45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Sebagaimana yang dilaksanakan di Gunungkidul pada hari Senin 22 Januari 2024, bertempat di balai Kalurahan Selang, Wonosari, Hafidh Asrom jumpa para tokoh NU, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan berbagai elemen lain.
Selain menyampaikan terimakasihnya pada masyarakat Gunungkidul kerena pada pemilu 2019 lalu telah mendukung dan memilih beliau dalam perhelatan pemilihan anggota DPD RI perwakilan DIY, dirinya memperoleh suara tertinggi di Gunungkidul, naik sekitar 30 persen sejak pemilu 2004 hingga 2019. Meskipun pada pemilu yang lalu saya kalah, tapi alhamdulillah pada tanggal 3 Januari 2024 lalu dilantik sebagai anggota DPD RI antar waktu menggantikan anggota yang berhalangan tetap.
Meskipun hanya akan menjabat sekitar sepuluhan bulan sebagai anggota MPR RI, beliau akan fokus perjuangkan kepentingan masyarakat DIY, utamanya bidang pendidikan, pariwisata dan budaya. Hal ini sangat penting, terlebih di bidang pariwisata, DIY yang sebelumnya pernah menduduki peringkat dua secara nasional akan kunjungan wisatawan, saat ini turun drastis menjadi urutan kesembilan. Hal ini karena kurangnya SDM dibidang pendidikan pariwisata. Padahal di DIY ada perguruan tinggi pariwisata. Guna mengangkat kembali citra pariwisata di DIY perlu adanya biasiswa buat pelajar, mahasiswa dibidang pariwisata dari desa - desa wisata, kalau perlu nanti kita akan perjuangkan dengan biasiswa dari danais, kata Hafidh Asrom.
Selain itu dibidang kebudayaan, bidang pendidikan lainya kita harus bareng - bareng pikirkan utamanya pendidikan pesantren. Peserta sosialisasi empat pilar yang berlangsung di balai kalurahan Selang, Wonosari yang diikuti sekitar 150 orang banyak yang menyampaikan aspirasi di bidang kebudayaan, pendidikan, perekonomian maupun bidang - bidang lain yang menghendaki untuk diperjuangkan oleh Hafidh Asrom, meskipun hanya akan menjabat beberapa bulan saja.
Sebagaimana harapan yang disampaikan dari para kaum Rois, dimana pada tahun 2019 pernah mengikuti pendidikan atau pawiyatan rois di kraton ngayogjokarto hadiningrat dengan persetujuan GKR.Hemas, dimana para kaum rois ini bisa dijadikan abdi budaya dan memperoleh kekancingan dari pihak kraton Jogjakarta. Namun begitu Hafidh Asrom tidak menjabat sebagai anggota DPD RI, tidak ada tindak lanjutnya.
Menanggapi hal tersebut Hafidh Asrom mengatakan, akan memperjuangkan kembali, kita sama - sama berdo'a agar para pengambil kebijakan di pemrof DIY atau pihak kraton tergerak hatinya dan peduli memperhatikan nasib para kaum rois. Dimana sebagai daerah istimewa yang memiliki anggaran danais sangat besar sudah selayaknya kaum rois ini mendapatkan kesejahteraan dari danais. Peran kaum rois ini sangat dominan, ada orang lahiran membutuhkan kaum rois, ada orang meninggal membutuhkan kaum rois, ada gelaran budaya , tradisi dan sebagainya juga membutuhkan kaum rois, ini yang menjadi alasan kenapa mereka harus diperhatikan, pungkas Hafidh Asrom.
Dalam acara sosialisasi tersebut juga diadakan tausiah oleh Rois Syiriah PC NU Gunungkidul, Drs.K.H.Bardan Usman dan ditutup dengan do'a.
[Penulis : Wajiyo]








.gif)

Posting Komentar