Larung Sukerta Ade Armando Di Sungai Gajah Wong

 


Yogyakarta, mitranegaranews.co ||

Buntut dari ulah Ade Armando dalam vidionya yang mencibir aksi anti politik tentang Daerah Keistimewaan Yogyakarta telah membuat masyarakat Yogya resah dan marah. Jika kemaren (4-12-2023) kemarahan dalam bentuk aksi geruduk ke Kantor PSI oleh "PAMAN USMAN" (Paguyuban Masyarakat Ngayogyakarta Untuk Sinambungan Keistimewaan) menggeruduk Kantor DPW PSI (Partai Solideritas Indonesia) DIY. 


Maka hari ini (5-12-2023) aksi dilakukan oleh Pantebayan Nusantara dalam bentuk seni budaya "Nyutra Budaya" (Tari Spritual) yaitu melakukan pelarungan (menghanyutkan) sosok angkara murka Ade Armando dari pengaruh jahatnya terhadap masyarakat Yogya. 


Laku budaya tanpa kekerasan ini juga merupakan bentuk langkah perlawanan rakyat Yogyakarta, untuk mengambil jalan pilihan tegak lurus melawan kedunguan nalar Ade Armando dalam melihat sejarah maupun konstitusi politik dinasti. Sudah saatnya rakyat Yogya menjaga demokrasi penuh etika dan laku nyata kebudayaan. 


Prosesi laku budaya "Larung Sukerta" untuk tujuan membersihkan Yogya dari pengaruh jahat Ade Armando dimulai dari Taman Wisata Legawong Gambiran Umbulharjo dengan mengarak sosok Ade Armando, oleh beberapa orang dengan pakaian adat Jogja di lapisi kain putih. Sementara sosok Ade Armando sendiri, diperankan oleh orang dengan keranjang yang diberi topeng Ade Armando. Diarak sejauh 1 Km sepanjang tepi sungai Gajahwong, hingga Taman Pandeyan, Gambiran Umbulharjo. 


Sepanjang jalan arak-arakan prosesi Larung Sukerta, sosok Ade Armando pun selalu berteriak "aku sengaja buat kekacoan, rakyat Yogya" dan masyarakat yang dilewati pun menimpali "adili Ade Armando". 


Prosesi berakhir di aliran sungai Gajahwong dalam penggambaran sosok angkara murka Ade Armando dikalahkan, dan keranjang dengan topeng Ade Armando pun dihanyutkan. 


[Henny/arman]

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama