Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads

Masyarakat Kalurahan Petir Sangat Antusias Meriahkan Kirab Budaya Sadranan Mbah Jobeh Yang Dihadiri Bupati Gunungkidul

Gunungkidul -MNnews  // Masyarakat Kalurahan Petir, Rongkop, Gunungkidul, begitu antusias memeriahkan kirab budaya dalam rangka sadranan mbah Jobeh, pada hari Kamis 6 Agustus 2026.

Kirab budaya dengan Gunungan dari 13 Padukuhan yang diarak oleh Bergoodo Guntur Rumekso mengambil star dari Balai Kalurahan Petir menuju petilasan mbah Jobeh.
 Selanjutnya dilaksanakan Upacara adat dan tradisi yang sudah turun temurun dan dilaksanakan secara rutin setiap setahun sekali.
yang dipusatkan di kompleks petilasan mbah Jobeh. 

Adat dan tradisi Sadranan mbah Jobeh ini menurut sumber dari beberapa warga masyarakat Kalurahan Petir, bermula dari legenda Ki Kenthung dan Nyi Kenthung yang merawat wilayah tersebut menjadi subur, dimana sebelumnya merupakan alas gung liwang-liwung, belum banyak penduduknya. Sementara nama Mbah Jobeh diyakini sebagai simbul kemakkmuran dan kesuburan tanah. Di Petilasan mbah Jobeh ini  diyakini banyak warga masyarakat Petir dan oleh warga dari berbagai wilayah bahkan sampai ke luar Jawa, yang ziarah kesana do'a-do'anya banyak yang dikabulkan. Jadi tidak heran jika setiap puncak acara sadranan banyak dikunjungi orang dari berbagai daerah. Selain bisa berziarah dan nyadran, Pemerintah Kalurahan Petir mengemas acara sadranan dengan berbagai kegiatan seni dan budaya  yang menjadi tontonan gratis bagi masyarakat.

Hadir dalam upacara adat dan tradisi sadranan mbah Jobeh hari ini antara lain, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntsriningsih, pejabat dari Dinas Kebudayaan Kundho llKebudayan DIY, pejabat  dari Dinas ,Kundhonkabudayan  Gunungkidul, tim monitoring Kalurahan Budaya DIY, Panewu Kapanewon Rongop bersama forkompinkap, Lurah Kalurahan Petir beserta Pamong, Bamuskal dan sejumlah undangan lainya. 

Lurah Kalurahan Petir, Sarju, S. I. P  dalam upacara  adat tersebut telah menerima serangkaian tumpeng dan gunungan yang berisi nasi giling, bongko dan uberampe sesajen yang selanjutnya diserahkan kepada juru kunci Ki Noto Sukamto untuk diadakan Genduri dan do'a di Petilasan Mbah Jobeh. Semua tamu Undangan termasuk Bupati dan sejumlah Pejabat lainya bersama masyarakat dan pengunjung secara hitmat mengikuti Genduri   yang dipimpin Ki Nasrudin. Usai do'a, semua sesajen yang ada bebas diambil oleh semua pengunjung. Bagi yang meyakini, nasi Genduri akan dikeringkan dan dicampurkan gabah untuk nanti  ditanam ketika musim tanam dan berharap mendapatkan hasil panen yang terbaik. 

Sementara itu, Lurah Kalurahan Petir, Sarju S.I.P menyampaikan ucapan terimakasih atas kehadiran Bupati Gunungkidul Endah Subekti  Kuntariningsih, maupun dari Dinas Kundho Kebudayan DIY maupun Gunungkidul dan Tim Monitoring. Lurah Sarju secara singkat menyampaikan bahwa Kalurahan Petir saat ini telah menyandang status sebagai Kalurahan Mandiri Budaya, untuk itu kami berharap kepada Bupati maupun pejabat terkait untuk memberi dukungan dan arahan agar mampu memanfaatkan anggaran dengan baik dan bisa menyerap untuk kegiatan masyarakat. 

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih  memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kalurahan Petir yang saat ini menyandang status Kalurahan Mandiri Budaya. Bahwa adat nyadran bukan hanya rutinitas, tapi merupakan ungkapan rasa syukur atas hasil bumi dan ketentraman yang diberikan kepada masyarakat Petir. 

Rasul Petir A, B, C, menjadi sarana melestarikan budaya luhur dan menjaga silaturahmi antar warga. Bupati juga menyampaikan pesan, bahwa Bung Karno pernah menulis dalam risalahnya MENCAPAI INDONESIA MERDEKA,. Bung Karno juga pernah berpesan bahwa menebar-nebar benih gotong-royong di dalam hatinya masyarakat mementingkan keselamatan umum. Pesan tersebut memiliki makna bahwa semangat gotong - royong yang kita lakukan ini, melalui adat nyadran mbah Jobeh ini menjadi kekuatan yang bisa menjaga kerukunan dan kesejahteraan masyarakat. Kalau kita selalu bersatu mengutamakan kepentingan bersama tentu Kalurahan Petir dan Gunungkidul akan selalu atom ayem dan maju, pungkas Endah Subekti Kuntariningsih. 

Sementara itu, Ketua Tim Monitoring Kalurahan Budaya DIY, CB Supriyanto kepada awak media mengatakan, ada empat kewajiban sebagai Kalurahan Mandiri Budaya harus mencakup mengaktualisasikan nilai- nilai keistimewaan lewat sinergi empat pilar utama, yaitu Budaya, Prima, Preneur dan wisata. 

Dengan status sebagai desa Mandiri budaya mulai tahun 2027 sudah harus melaksanakan kegiatan dan akan mendapatkan anggaran sebesar 1 Milyart. Bagaimana pemerintah Kalurahan Petir mampu bersatu padu dalam meringankan beban masyarakat dan mengentaskan kemiskinan. 

Penulis : Wajiyo

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama