Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads

Perkuat Sinergi SIKAP BAIK, KUA Pengasih dan PKH Dorong Pemerataan Pendidikan dan Nilai Inklusivitas di Kedungsari


 Kulon Progo –MNnews  // Pendampingan terhadap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terus diintensifkan melalui program kolaboratif SIKAP BAIK (Sinergi KUA dan PKH Berdaya, Agamis, Inklusif). Pada Senin (06/07/26), giliran Kelompok PKH Milir, Kalurahan Kedungsari, Kapanewon Pengasih, yang menjadi lokus pertemuan rutin ini. Kegiatan yang bertempat di kediaman Ibu Prsiyem, Milir, Kedungsari tersebut, menghadirkan kolaborasi materi yang holistik, mulai dari kebijakan sosial pemerintah hingga penguatan spiritual.


Hadir sebagai narasumber dari pihak pendamping PKH, Eny Puri Rahayu, memaparkan secara gamblang mengenai arah kebijakan sosial terkini. Dalam penyampaiannya, Eny menekankan pentingnya komitmen pemerintah dalam program Sekolah Rakyat. "Fokus utama dari program ini adalah pengentasan kemiskinan ekstrem serta memastikan adanya pemerataan akses pendidikan gratis. Kami ingin memastikan anak-anak dari kelompok masyarakat rentan mendapatkan hak pendidikan yang layak dari tingkat dasar hingga SMA tanpa terkendala biaya," ujar Eny di hadapan para anggota KPM yang hadir.

Sejalan dengan pilar "Agamis" dan "Inklusif" dalam SIKAP BAIK, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Musodiqin, S.Sos., memberikan bekal rohani yang kontekstual. Ia membedah makna mendalam dari Al-Qur'an Surat Al-Hujurat [49] ayat 13.

Dalam tausiyahnya, Musodiqin menjelaskan bahwa ayat tersebut merupakan landasan teologis transendental yang menegaskan bahwa Allah SWT menciptakan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku untuk saling mengenal (ta'aruf) dan bekerja sama, bukan untuk saling membeda-bedakan. "Di hadapan Allah, sekat-sekat sosial, ekonomi, maupun suku itu luruh. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Oleh karena itu, mari kita bangun tatanan masyarakat yang inklusif, saling menghormati, dan gotong royong tanpa memandang status," jelas Musodiqin.

Ditemui secara terpisah, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I., M.S.I., memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi pelaksanaan program SIKAP BAIK di lapangan. Menurutnya, integrasi antara pemenuhan hak dasar (seperti pendidikan) dan siraman rohani adalah kunci kemandirian masyarakat. "Program SIKAP BAIK ini didesain agar masyarakat tidak hanya berdaya secara ekonomi melalui program-program pemerintah seperti Sekolah Rakyat, tetapi juga memiliki mentalitas yang kokoh dan inklusif secara spiritual. Kehadiran penyuluh kami di tengah kelompok PKH adalah komitmen nyata KUA Pengasih dalam menghadirkan pelayanan bimbingan keagamaan yang transformatif dan menyentuh akar rumput," tegas Rangga.

Pertemuan yang berlangsung hangat dan interaktif ini diharapkan dapat memicu optimisme baru bagi warga Milir, Kedungsari, untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan keluarga sekaligus merawat keharmonisan sosial di lingkungan tempat tinggal mereka.

Muhammad Musodiqin

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama