SURAKARTA —MNnews // Lanud Adi Soemarmo bersama Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) resmi mematangkan persiapan pelaksanaan Panen Raya Tebu TNI Angkatan Udara yang akan digelar secara serentak pada Juli 2026 mendatang.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen nyata TNI AU dalam memperkuat ketahanan pangan nasional serta mendukung program swasembada gula pemerintah.
Langkah kesiapan tersebut dibahas secara mendalam dalam rapat koordinasi yang berlangsung di ruang rapat Lanud Adi Soemarmo pada Rabu (10/6/2026).
Pertemuan ini melibatkan berbagai unsur penting, mulai dari jajaran pejabat Lanud Adi Soemarmo, pemerintah daerah, kelompok tani, koperasi petani tebu rakyat, hingga perwakilan APTRI dari wilayah Boyolali dan Karanganyar.
Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Teritorial (Kadister) Lanud Adi Soemarmo, Kolonel Lek Amrico, S.T., M.Han, Komandan Lanud Adi Soemarmo Marsekal Pertama TNI Henri Ahmad Badawi, S.M., M.M., M.Han, menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar rutinitas pertanian, melainkan simbol kolaborasi yang kuat.
“Pelaksanaan panen tebu TNI Angkatan Udara secara serentak merupakan momentum penting yang menunjukkan keberhasilan kolaborasi antara satuan TNI AU, pemerintah daerah, mitra kerja, dan masyarakat,” ujar Danlanud.
Lebih lanjut, Danlanud menyampaikan bahwa program ini memiliki nilai strategis ganda. Selain memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, kegiatan ini membuktikan bahwa aset dan sumber daya yang dimiliki oleh TNI AU dapat dikelola secara produktif sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.
Melalui rencana kerja sama yang dipaparkan, program pembinaan petani tebu antara Lanud Adi Soemarmo dan APTRI diarahkan untuk mendongkrak produktivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani. Sinergi ini juga bertujuan memperkuat hubungan sektor pertanian dengan TNI AU dalam konteks pembangunan wilayah.
Berdasarkan data resmi dalam rapat tersebut, total luas lahan tebu binaan yang masuk dalam program ini mencapai 2.490,02 hektare, yang terbagi dalam tiga kategori wilayah:
1. Wilayah Inti: Seluas 10 hektare di area Lanud Adi Soemarmo, dengan proyeksi hasil mencapai sekitar 800 ton tebu yang nantinya akan disalurkan ke Pabrik Gula (PG) Mojo, Sragen.
2. Wilayah Penyangga: Seluas 193 hektare yang tersebar di Boyolali, Karanganyar, dan Sukoharjo, dengan proyeksi produksi mencapai 12.060 ton tebu.
3. Wilayah Binaan Teritorial: Seluas 2.343,32 hektare yang mencakup wilayah Grobogan, Sragen, Karanganyar, Sukoharjo, dan Wonogiri.
Meski dihadapkan pada tantangan kondisi cuaca tahun ini yang memengaruhi produktivitas tanaman, pihak penyelenggara optimis target capaian produksi tetap dapat terpenuhi melalui penerapan metode budidaya yang baik (good agricultural practices) serta pengelolaan lahan yang optimal.
Sebagai langkah konkret pascarapat, disepakati pula pembentukan tim koordinasi terpadu, penetapan kelompok tani prioritas, hingga penyusunan program pendampingan berkelanjutan bagi petani setelah panen raya usai.
Kadister Lanud Adi Soemarmo, Kolonel Lek Amrico, kembali mengingatkan pentingnya aspek keselamatan kerja (safety) selama proses penebangan dan pengangkutan tebu di lapangan nanti. Beliau optimis dengan komunikasi yang efektif, kegiatan akan berjalan lancar.
“Dengan persiapan yang matang, koordinasi yang baik, dan komunikasi yang efektif, saya yakin kegiatan panen dapat berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan mencapai hasil yang optimal,” tegasnya.
Agenda Panen Raya Tebu TNI AU ini rencananya akan dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah di Indonesia pada Juli 2026. Dalam pelaksanaannya, Lanud Adi Soemarmo akan bertindak sebagai salah satu lokasi panen regional yang signifikan, sementara pusat dari seluruh rangkaian kegiatan atau lokasi utama (main venue) ditetapkan di Lanud Abdulrachman Saleh (ABD), Malang, Jawa Timur.
Sinergi berkelanjutan antara TNI AU, APTRI, pemerintah daerah, dan pabrik gula ini diharapkan menjadi sumbangsih nyata dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan swasembada gula nasional.
Red // Pen Lanud Smo
Tags:
TNI





