Kulon Progo– MNnews // Kesehatan merupakan aset utama keluarga yang harus dijaga dengan sungguh-sungguh, terlebih saat ancaman cuaca ekstrem dan risiko penyakit menular mengintai. Hal inilah yang mendasari pertemuan rutin Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di wilayah Kedungsari, Rabu (18/02/2026).
Bertempat di kediaman Ibu Sutarmi, Kedungsogo, Pengasih, suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh antusias. Tidak hanya membahas bantuan sosial, warga mendapatkan asupan ilmu yang seimbang antara kesehatan fisik dan kekuatan mental-spiritual.
Pendamping PKH, Eny Puri Rahayu, memberikan edukasi mendalam mengenai pencegahan "Super Flu" atau flu berat. Ia mengingatkan bahwa menjaga kebersihan bukan sekadar kewajiban, tapi bentuk perlindungan keluarga. "Kombinasi antara vaksinasi, penggunaan masker di keramaian, rajin mencuci tangan, serta menjaga asupan gizi adalah kunci. Kita ingin ibu-ibu PKH tetap sehat agar aktivitas rumah tangga dan ekonomi tidak terganggu," jelas Eny.
Melengkapi sisi medis tersebut, Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Pengasih, Muhammad Musodiqin, S.Sos dan Mukhyidin, S.Kom, hadir menyuntikkan motivasi spiritual. Mengutip sebuah hadits monumental riwayat Imam Muslim, Musodiqin menjelaskan bahwa seorang mukmin selalu memiliki cara untuk bahagia. "Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruh urusannya itu baik, jika mendapat kesenangan, ia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika tertimpa musibah, ia bersabar, maka itu baik baginya," urainya dengan penuh kesejukan.
Pesan ini mengajak warga untuk selalu berprasangka baik (husnuzan) kepada Tuhan. Saat sehat, gunakan untuk bersyukur dan beribadah; namun jika diuji dengan sakit, hadapi dengan sabar sambil tetap berikhtiar secara medis.
Ditemui di ruang kerjanya, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H, S.H.I, M.S.I, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi lapangan ini. Menurutnya, pendekatan yang menyentuh sisi batin masyarakat sangatlah krusial. "Kami di KUA Pengasih berkomitmen memberikan pendampingan yang menyentuh akar rumput. Pesan syukur dan sabar yang disampaikan penyuluh adalah modal sosial bagi warga agar tidak mudah menyerah atau stres saat menghadapi ujian, baik itu masalah kesehatan maupun kesulitan ekonomi. Inilah esensi ketahanan keluarga yang sesungguhnya: sehat badannya, kuat jiwanya," tegas Rangga.
Muhammad Musodiqin









.gif)

Posting Komentar